Beberapa Alat Bengkel Special Service Tools Mobil, Simak! – Dalam dunia perawatan dan perbaikan mobil, bengkel otomotif memerlukan berbagai alat khusus atau yang dikenal dengan istilah Special Service Tools (SST). Alat-alat ini dirancang untuk melakukan pekerjaan yang memerlukan presisi tinggi atau akses terbatas pada bagian-bagian kendaraan tertentu. SST ini sangat penting untuk memperbaiki mobil dengan tepat dan efisien, serta untuk memastikan kualitas dan keamanan kendaraan tetap terjaga. Artikel ini akan membahas beberapa alat bengkel special service tools yang umum digunakan di bengkel otomotif dan fungsinya.
1. Alat Pencabut Roda (Hub Puller)
Hub puller adalah alat yang digunakan untuk melepas roda dari sumbunya tanpa merusak komponen lain. Alat ini sering digunakan dalam perbaikan sistem suspensi atau penggantian roda pada mobil. Biasanya, hub puller digunakan untuk menarik hub roda yang terpasang erat, terutama saat baut roda sulit dilepas atau berkarat. Alat ini memastikan bahwa proses pelepasan roda tidak merusak komponen lainnya.
2. Tool Bearing Puller
Bearing puller adalah alat yang digunakan untuk melepas bearing atau roda poros dari komponen yang ada di dalam mobil, seperti roda gigi atau komponen mesin lainnya. Bearing puller memiliki berbagai jenis ukuran dan bentuk sesuai dengan ukuran bearing yang perlu dilepas. Alat ini sangat penting dalam perbaikan sistem roda, suspensi, dan transmisi. Penggunaan bearing puller memastikan bahwa bearing dapat dilepas tanpa merusak bagian-bagian yang ada di sekitarnya.
3. Kunci Torsi (Torque Wrench)
Kunci torsi adalah alat yang digunakan untuk mengencangkan mur atau baut dengan torsi yang telah ditentukan. Otomotif torsi memiliki pengaturan untuk memastikan bahwa torsi yang diberikan sesuai dengan spesifikasi pabrik. Alat ini sangat penting dalam pekerjaan yang memerlukan ketelitian tinggi, seperti pemasangan komponen mesin, sistem penggerak, dan sistem suspensi. Menggunakan kunci torsi yang tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan akibat torsi yang berlebihan atau kurang.
4. Alat Pengatur Katup (Valve Spring Compressor)
Valve spring compressor di gunakan untuk melepas dan memasang pegas katup pada mesin. Alat ini memungkinkan mekanik untuk memanipulasi pegas katup dengan mudah tanpa merusak komponen lain. Penggantian pegas katup sering di lakukan saat melakukan perawatan mesin atau mengganti bagian lain dari sistem pengapian. Dengan alat ini, proses pembongkaran dan pemasangan kembali katup dapat di lakukan dengan lebih aman dan cepat.
5. Pemetik Piston (Piston Ring Compressor)
Piston ring compressor adalah alat yang di gunakan untuk memasang cincin piston (piston ring) pada poros mesin. Alat ini sangat membantu ketika melakukan perbaikan atau penggantian piston pada mesin mobil. Fungsi utama dari piston ring compressor adalah untuk memastikan cincin piston terpasang dengan rapat dan tidak mengalami kerusakan. Tanpa alat ini, pemasangan cincin piston bisa menjadi sangat sulit dan dapat merusak komponen lainnya.
Baca juga : Alat Otomotif dan Fungsinya untuk Mobil yang Harus Kamu Tau
6. Alat Penarik Oli Mesin (Oil Filter Wrench)
Oil filter wrench adalah alat yang di gunakan untuk melepas filter oli mesin yang terpasang erat. Filter oli seringkali sulit di lepas karena kotoran dan oli yang menempel. Alat ini di rancang dengan berbagai bentuk dan ukuran yang dapat di sesuaikan dengan filter oli mobil. Penggunaan oil filter wrench memungkinkan penggantian filter oli dengan mudah dan tanpa merusak komponen lainnya.
7. Alat Penyetel Rantai (Timing Chain Tool)
Timing chain tool adalah alat yang di gunakan untuk memasang atau menyetel rantai penggerak timing pada mesin mobil. Timing chain ini sangat penting dalam memastikan bahwa semua bagian mesin bergerak secara sinkron. Alat ini membantu mekanik untuk mengatur ketegangan rantai penggerak timing dengan tepat, sehingga mesin dapat berfungsi dengan optimal dan mengurangi kemungkinan kerusakan pada bagian mesin lainnya.
8. Alat Pengukur Kedalaman Rem (Brake Pad Gauge)
Brake pad gauge adalah alat yang di gunakan untuk mengukur ketebalan kampas rem. Pengukuran ini sangat penting untuk memastikan bahwa kampas rem masih cukup tebal dan dapat berfungsi dengan baik. Jika ketebalan kampas rem sudah terlalu tipis, maka kendaraan perlu mengganti kampas rem untuk menjaga keselamatan pengendara. Brake pad gauge membantu mekanik untuk menentukan kapan kampas rem perlu di ganti.
9. Alat Pengukur Ketegangan Sabuk (Belt Tension Gauge)
Belt tension gauge di gunakan untuk mengukur ketegangan sabuk pada sistem penggerak mesin. Sabuk yang terlalu kendur atau terlalu ketat dapat menyebabkan masalah pada sistem penggerak mobil. Menggunakan alat pengukur ketegangan sabuk memastikan sabuk dalam kondisi yang optimal dan mencegah kerusakan pada sistem mesin yang bergantung pada sabuk tersebut, seperti alternator, pompa air, dan kompresor AC.
10. Alat Penyaring Kebocoran (Leak Detection Kit)
Leak detection kit di gunakan untuk mendeteksi kebocoran pada sistem pendingin, sistem bahan bakar, dan sistem hidrolik mobil. Alat ini sangat berguna dalam mendeteksi kebocoran kecil yang sulit terlihat dengan mata telanjang. Alat ini menggunakan pewarna khusus atau gas yang dapat mengidentifikasi sumber kebocoran, sehingga mekanik dapat melakukan perbaikan dengan lebih akurat.
11. Alat Pemasang Roda Gigi (Gear Puller)
Gear puller adalah alat yang di gunakan untuk melepas roda gigi yang terpasang pada sumbu atau poros. Alat ini sangat berguna dalam pekerjaan perbaikan pada transmisi atau sistem penggerak mobil. Dengan menggunakan gear puller, roda gigi yang terpasang rapat pada poros dapat di lepas tanpa merusak bagian lainnya. Alat ini tersedia dalam berbagai ukuran untuk menyesuaikan dengan ukuran roda gigi yang perlu di lepas.
12. Alat Pemangkas Pemanas (Spark Plug Fitting Tool)
Spark plug fitting tool adalah alat yang di gunakan untuk memasang dan melepas busi mobil dengan aman dan tepat. Busi adalah komponen penting dalam sistem pengapian, dan pemakaiannya harus di lakukan dengan sangat hati-hati. Alat ini di rancang untuk memastikan bahwa busi terpasang dengan benar tanpa merusak bagian ulir pada kepala silinder mesin.
13. Alat Pembersih Injektor (Injector Cleaner)
Injector cleaner di gunakan untuk membersihkan sistem injektor bahan bakar pada mobil. Injektor yang kotor dapat menyebabkan pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna, sehingga mengurangi performa mesin dan efisiensi bahan bakar. Alat ini bekerja dengan cara menyemprotkan pembersih khusus ke dalam injektor untuk menghilangkan kotoran dan kerak yang menempel, sehingga sistem injektor dapat berfungsi kembali dengan optimal.
14. Alat Pembuka Penutup Katup (Valve Lifter Tool)
Valve lifter tool adalah alat yang di gunakan untuk mengangkat penutup katup atau lifter dalam mesin. Proses ini biasanya di lakukan untuk perawatan rutin atau perbaikan pada sistem pengapian dan katup mesin. Alat ini memungkinkan mekanik untuk mengakses dan memperbaiki bagian-bagian yang terpasang di dalam mesin tanpa harus membongkar seluruh bagian mesin.
15. Alat Pengukur Tekanan Ban (Tire Pressure Gauge)
Tire pressure gauge adalah alat yang di gunakan untuk mengukur tekanan udara pada ban mobil. Tekanan ban yang tepat sangat penting untuk keselamatan dan efisiensi bahan bakar. Alat ini memungkinkan mekanik atau pemilik mobil untuk memastikan bahwa tekanan udara pada ban sesuai dengan spesifikasi yang di tentukan oleh pabrikan mobil.
16. Alat Pengukur Suhu (Thermometer Infrared)
Thermometer infrared adalah alat yang di gunakan untuk mengukur suhu komponen mesin tanpa harus bersentuhan langsung dengan permukaan. Alat ini sangat berguna untuk memeriksa suhu komponen yang sulit di jangkau, seperti radiator, knalpot, atau sistem pendingin mesin. Menggunakan thermometer infrared membantu mekanik untuk mendeteksi potensi masalah terkait suhu dan pendinginan kendaraan.
Special Service Tools (SST) sangat penting dalam dunia bengkel otomotif karena mereka memungkinkan teknisi untuk melakukan pekerjaan yang memerlukan ketelitian dan keahlian tinggi. Alat-alat ini membantu mempercepat proses perbaikan, meningkatkan akurasi, dan mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut pada komponen mobil. Dengan penggunaan alat yang tepat, teknisi dapat memastikan bahwa kendaraan yang di perbaiki kembali berfungsi dengan optimal dan aman di gunakan.